Tips pilihan’ Gie
Posted on February 18, 2009
Kerja yang keras kelak akan mendatangkan hasil, karena dengan kerja keras maka cari uang akan lebih berpeluang memperoleh hasil yang besar.Berhubungan dengan hal sama terus-menerus memang gampang bikin bosan. Ada saatnya kita ingin bisa terbebas dari kantor meski satu hari saja. Menurut para psikolog dan ahli manajemen, hal ini wajar terjadi.
Namun, Anda tidak disarankan membiarkan rasa ini hinggap terlalu lama. Atasi segera dengan cara berikut.
1. BUAT RENCANA.
Rasa malas biasanya datang saat terbangun di pagi hari. Membayangkan rutinitas memang bikin malas. Ok, pikirkan sesuatu. Bagaimana kalau nanti siang iseng makan siang dengan Si Ganteng dari kantor sebelah? Atau, menelepon klien yang ketampanannya bak Adonis, dengan alasan…(silakan Anda pikir-pikir alasan cantik). Ah, atau sekadar bikin rencana rencana makan siang sedikit lama di tempat yang sedikit lebih jauh. Mal, barangkali?
2. WARNA CERAH.
Anda pasti tahu, warna bisa memberi sugesti. Nah, agar hari Anda terasa lebih bersemangat, coba gunakan baju kerja warna cerah atau warna favorit. Jika ternyata Anda harus mengenakan seragam, alihkan warna tadi pada aksesori seperti tas, sepatu, atau pernak-pernik lain.
3. UDARA PAGI.
Nah, yang ini bisa Anda lakukan saat keluar dari umah. Rileks! Nikmati udara pagi dengan menarik nafas dalam-dalam sambil memejamkan mata. Lalu, tataplah langit pagi yang masih bersih dari polusi. Konon, ini dapat membantu membuang jenuh dan menikmati perjalanan.
4. RUTE BARU.
Jalan yang biasa Anda lewati bikin malas ke kantor? Coba rute lain. Sedikit lebih jauh, tak apa. Yang penting, Anda mendapat pemandangan baru yang menyegarkan. Atau, Anda bisa juga menelepon seorang teman (di kantor lain yang searah) dan buat janji berangkat bersama. Lalu, buat janji untuk makan siang di tempat lain dan mampir ke mal sepulang kerja. Mengganti kebiasaan membuat hidup lebih variatif.
5. SECANGKIR KOPI.
Masih belum hilang juga rasa malas itu? Belokkan saja arah menuju kantor seorang teman dan mampir sebentar. Belum puas? Arahkan langkah menuju mal atau toko buku terdekat (tapi bukan dekat kantor, lho). Menyempatkan diri untuk minum secangkir kopi atau sedikit kudapan sepertinya ide bagus.
6. DATANG TERLAMBAT.
Ada sejuta alasan yang biasa Anda pakai untuk datang lebih siang (banget). Alasan ‘ada keperluan keluarga mendadak’ atau diare juga masih boleh dipakai kok. Asal jangan pakai alasan sama berkali-kali ya. Nanti Si Bos hapal. Kemudian tips yang ke-dua adalah bagaimana cara untuk menjaga harga diri dilingkungan kerja anad.
Mempertahankan harga diri berarti segala sesuatu yang berhubungan dengan rasa hormat terhadap diri sendiri, rasa percaya diri, serta sikap adil. Supaya terhindar dari kesalahan yang dapat merusak semua itu, ada baiknya menerapkan kiat-kiat berikut agar karier Anda terus meroket.
1. TUNJUKKAN SIKAP POSITIF. Selalu tunjukkan sikap positif pada atasan, rekan kerja, dan kondisi kantor. Buktikan bahwa Anda aset kantor yang berharga dan berkontribusi terhadap perkembangan perusahaan.
2. JANGAN SUKA MENGELUH. Sikap Anda yang sering mengeluh, sering izin tidak masuk kantor karena sakit, atau meminta keringanan atas batas waktu suatu tugas, akan membuat atasan Anda tidak senang. Sikap tidak senangnya ini akan mempengaruhi karier serta rasa percaya diri Anda. Dan kenyataannya, tukang mengeluh tidak akan mendapatkan promosi.
3. PEKERJAAN SESUAI. Anda berhak mendapatkan pekerjaan dengan kompensasi yang sesuai dan pantas, serta kondisi pekerjaan yang aman. Perjuangkan hak Anda dan jangan jual harga diri. Jangan pernah takut untuk menanyakan segala sesuatu hal yang penting bagi diri Anda kepada atasan. Bersikap tegas tetapi jangan menyerang serta utamakan kepentingan perusahaan.
4. JANGAN SELALU IKUT ARUS. Jangan pernah takut untuk mandiri. Bekerja sama dengan sesama rekan kerja, itu perlu. Tapi, Anda tidak akan dihargai bila membiarkan teman sekerja memanfaatkan Anda.
5. JAGA REPUTASI. Tidak ada salahnya bersenang-senang sesudah jam kerja atau pada acara-acara yang diadakan kantor, tetapi tetap jaga sikap dan perilaku. Perilaku sama halnya dengan harga diri.
6. MASALAH PRIBADI? NO! Jaga volume suara bila berbicara di telepon untuk masalah-masalah pribadi.
7. KENDALIKAN EMOSI. Jika teman sekerja ada yang berulah sehingga mengganggu pekerjaan Anda, sebaiknya tetap kendalikan emosi. Reaksi Anda akan memengaruhi persepsi orang lain terhadap Anda. Pertahankan harga diri dengan mengendalikan emosi.
8. WASPADA PELECEHAN. Laporkan pada pihak berwenang bila terjadi pelecehan di tempat kerja, baik yang menimpa Anda atau teman sekerja. Pelecehan di tempat kerja berpengaruh kepada harga diri seseorang.
9. KEPEMIMPINAN KREATIF. Di dalam dunia kerja, inovasi merupakan kunci masa depan. Gunakan bakat kreatif Anda untuk membantu pertumbuhan perusahaan tempat Anda bekerja. Hal ini akan meningkatkan rasa percaya diri Anda.
Tips terakhir adalah bagaimana menghindari kesalahan utama dalam membuat CV, berikut ini tipsnya:
Kesalahan 1:
Membingungkan. Anda membaca mengenai tawaran pekerjaan yang menarik, dan Anda langsung membuat surat lamaran dengan terburu-buru dan tidak teliti. Mungkin Anda mencantumkan minat Anda pada posisi Bagian Penjualan, tetapi Anda juga menyebutkan Anda tidak menutup kemungkinan untuk posisi di Bagian Pemasaran atau Bagian Keuangan. Atau, bisa jadi Anda mencantumkan semua keahlian Anda di dalam CV, mulai dari mengajar bahasa Inggris sampai dengan ahli penerjemah dan semuanya Anda cantumkan di dalam CV Anda. Solusinya? Kejelasan. Bila Anda terlalu banyak memberikan informasi mengenai diri Anda, sejarah pekerjaan, tujuan masa depan karier atau segala macam hal, Anda malah membingungkan orang yang membacanya. Anda perlu memberi penjelasan secara ringkas, jelas, cepat, dan langsung kepada intinya. Sebelum mengirim CV, tanyakan diri Anda sendiri: “Di antara poin-poin yang lain, satu poin apa dari diri saya yang ingin saya perlihatkan dan sampaikan kepada pembaca CV saya?” Lalu pikirkan bagaimana Anda akan menyampaikannya atau menuliskannya atau menghapus hal-hal yang tidak perlu. Semakin banyak informasi yang Anda berikan, semakin kecil kemungkinannya akan dibaca dan diingat.
Kesalahan 2: Membosankan.
Bila isi CV Anda membosankan, kemungkinannya Anda tidak mendapatkan pekerjaan yang Anda inginkan dan butuhkan. Solusinya? Berikan informasi yang berarti dan berguna. Bila Anda ingin agar CV Anda menarik perhatian mereka yang membacanya, materi tulisan haruslah ringkas, jelas dan menyampaikan pesan yang berarti. Lupakan bahasa klise seperti, “Saya merupakan pemain tim yang andal,” atau “Saya pekerja keras.” Walaupun hal ini benar, semua pelamar menuliskannya. Bila Anda memang pekerja keras dan ingin menyampaikan atau menuliskannya, maka Anda harus membuktikannya. Jangan tuliskan kecuali Anda telah menyiapkan contoh yang jelas dan sampaikan dengan singkat. Bila Anda menuliskan tentang diri Anda, berikan contoh atau kenyataan yang betul-betul memperlihatkan Anda seperti yang Anda tulis atau katakan.
Kesalahan 3:
Menyamaratakan. Bila kita berbicara mengenai CV dan surat lamaran, Anda tidak dapat menyamaratakan untuk semua pekerjaan yang Anda lamar. Untuk menyiapkannya diperlukan waktu dan usaha. Itulah sebabnya mengapa banyak di antara kita sangat malas untuk mempersiapkannya sesuai dengan posisi pekerjaan yang dibutuhkan. Hasilnya? Kita mengirim CV dan surat lamaran yang sama persis (dan hanya membuat perubahan-perubahan kecil seperti mengganti nama perusahaan, alamat, nama orang yang dituju) pada setiap pekerjaan yang kita lamar. Ini bukan merupakan cara yang tepat. Bila Anda tidak menyisihkan waktu untuk menyiapkan CV dan surat lamaran yang sesuai dengan posisi pekerjaan yang dibutuhkan oleh tiap perusahaan, Anda menghilangkan kekuatan dari CV Anda, dan tentu saja Anda sulit berkompetisi dengan calon pelamar lain yang memiliki pesan yang kuat dan lebih terfokus.
Solusinya? Sesuaikan CV dan surat lamaran Anda setiap kali dan setiap saat Anda akan mengirimkannya. Tidak berarti Anda harus mengubah sama sekali isi dan bentuknya tetapi sesuaikan dengan posisi yang diperlukan dan yang Anda impikan. Pastikan untuk meneliti deskripsi pekerjaan sebelum Anda mengirimkannya, dan bahwa informasi yang Anda berikan merefleksikan posisi yang dibutuhkan, dan bagaimana Anda dapat mengkontribusikan diri Anda terhadap kebutuhan tersebut. Memang ini berarti Anda harus bekerja keras, tetapi tidak selalu mudah untuk mendapatkan pekerjaan yang kita dambakan. Buat setiap kesempatan yang memungkinkan dan luangkan waktu Anda untuk sungguh-sungguh menyiapkan CV Anda agar tampak eksklusif dan berbeda dari pelamar lainnya.
Posted under : Dunia Kerja



